URUNG PERGI HAJI

Oleh Hasbullah Ilan

Sejarah Umat Islam senantiasa diwarnai oleh suasana mulia yang terkait dengan sikap saling tolong menolong dan membantu antar sesama.

Abdullah Bin Mubarok adalah contoh dari sekian banyak orang shaleh yang mampu menoreh kemuliaan dalam hidupnya. Ia termasuk salah seorang sahabat yang sering bersedekah. Dalam setahun sedekah yang ia keluarkan mencapai lebih dari 100.000 Dinar (mata uang yang berlaku pada saat itu).

Suatu hari dia bersama seorang pembantunya meninggalkan kampung halaman guna menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan, dia menyaksikan seorang wanita sedang memungut bangkai burung dari tempat sampah. Dia kemudian mengetahui bahwa wanita itu adalah seorang janda dengan kondisi yang sangat miskin dan di desak oleh kebutuhan untuk makan hingga akhirnya terpaksa memakan bangkai.

Lalu Ibnu Mubarok berkata kepada pembantunya, “Berapa banyak uang yang sekarang engkau miliki?” Pembantunya menjawab, “Seribu Dinar.” Kemudian Ibnu Mubarok berkata kepadanya, “Pisahkan yang 20 Dinar untuk bekal kita pulang. Dan itu sudah cukup. Berikan sisanya kepada wanita itu. Perbuatan ini lebih utama dibandingkan beribadah haji di tahun ini.”

Setelah itu Abdullah Bin Mubarok pulang ke kampung halamannya dan tidak jadi menunaikan ibadah haji di tahun itu.

Tindakan Ibnu Mubarok ini dilandasi oleh Sabda Rasul SAW,

الساعى على الارملة والمسكين كالمجاهد فى سبيل الله او القائم الليل الصائم النهار

Artinya, “Orang yang menolong seorang janda yang miskin, laksana pejuang di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan mengerjakan shalat di malam hari” HR. Buchori

Abdullah Nasih ‘Ulwan mengemukakan kisah ini dalam kitabnya Tarbiyyatul Awlad Fil Islam.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *