Ummu Ma’bad

Oleh Hasbullah Ilan

Ketika Nabi SAW kehabisan perbekalan dalam perjalanan Hijrah ke Madinah, beliau bersama sahabat Abu Bakar dan dua orang penuntun onta singgah di sebuah perkemahan di wilayah Qudaid, bermaksud hendak membeli perbekalan. Perkemahan itu dihuni oleh seorang perempuan bernama Ummu Ma’bad yang ternyata juga dalam keadaan serba berkekurangan.

Ada seekor hewan perahan tapi dalam keadaan kurus kerontang. “Jangankan susu Tuan, air kencing hewan itu pun sudah tidak ada”, begitu kata Ummu Ma’bad sambil menunjuk seekor kambing betina yang ia punya kepada tamunya.

Kemudian Nabi mohon izin mendekati hewan itu, untuk memerah kantong susunya dan dengan izin Allah SWT dari hewan itu keluar air susu yang banyak hingga Nabi SAW meminta bejana untuk menampung air susu tersebut.

Perahan susu pertama satu bejana, Nabi memberikan minum kepada Ummu Ma’bad, Abu Bakar, kemudian kepada sahabat yang menuntun onta Nabi, kepada sahabat yang menuntun onta Abu Bakar, seterusnya kepada rombongan yang ikut hijrah dan baru kemudian Nabi meminumnya.

Setelah semuanya minum hingga puas, Nabi SAW memerah lagi satu bejana untuk keluarga Ummu Ma’bad. Ummu Ma’bad yang kagum dan keheranan lalu bertanya kepada Nabi, “Kenapa Anda tidak minum terlebih dahulu?” Nabi menjawab:

خَادِمُ اْلأُمَمِ آخِرُهُمْ شُرْباً

Pelayan umat itu semestinya minumnya belakangan.

Inilah petikan pelajaran penting buat kita semua, bahwa dalam kondisi apa pun semestinya para pemimpin harus lebih mendahulukan kepentingan rakyatnya. mendahulukan kepentingan umat dari pada kepentingan pribadi seperti yang Nabi contohkan dalam kisah ini.

Semoga ada manfaatnya

— Di olah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *