Telur Dadar Gosong

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Setiap hari, ibu selalu menyediakan kami  sarapan dan makan malam.

Suatu malam,  ibu menghidangkan masakan sayur lodeh dan telur dadar yang gosong di depan meja ayah.

Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah dari sajian ibu.

Ternyata yang dilakukan ayah adalah menyantap makanan yang disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya ayah menikmati lauk telor dadar yang gosong.

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena telor dadar yang gosong itu.

Satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka telor dadar yang gosong”.

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telor dadar gosong?

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi dengan memakan telor dadar gosong tidak akan menyakiti siapapun“.

Tahukah kamu nak, bahwa yang menyakitkan seseorang itu adalah kata-kata kasar, karena kata-kata kasar adalah menyakitkan hati dan membuat dosa.

Lalu ayah melanjutkan, “Kamu tahu, hidup itu penuh dengan ketidak-sempurnaan dan tidak sedikit orang-orang yang tidak sempurna?”

Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal.

Dengan demikian yang ayah lakukan adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan atau menerima perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis.”

Hidup ini terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian.“

Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya …”

Ingatlah pada pepatah, “Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini“.

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif ….

Jalani hidup ini dengan keinsafan nurani.”

Jangan terlalu perhitungan.

Jangan hanya mau menang sendiri.

Jangan suka menyakiti sesama.”

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria.

Tak ada yang tak bisa diikhlaskan ….

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus

——

Sahabat dan saudaraku ….!

Setiap detik hidup ini adalah karena ni’mat dan karunia-Nya.

Tak ada satupun hal jelek yang dikaruniakan-Nya.

Sudahkah kita bersyukur? Ingat, Allah telah berfirman dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 7:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لاَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`matKu) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.

Tetap semangat, tetap sabar, tetap tersenyum ….

Semoga kita jadi orang  yang berkualitas …

Hari ini .., besok .., lusa dan seterusnya …

Penuhi hidup dengan senyum kegembiraan.

Sukses  dan lancar dalam segala hal.

Aamiin

——Di ambil dari salah satu grup wa tanpa ada keterangan penulisnya, dan telah sedikit mengalami modifikasi. Semoga bermanfaat. ***Has

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *