Takdir

Oleh Hasbullah Ilan

Kita tahu bahwa takdir adalah ketentuan Allah yang kita yakini sebagai rukun iman keenam, seperti dijelaskan sabda Nabi SAW :

قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ

Dia (Jibril) bertanya lagi, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu? Beliau (Rasul SAW) menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk.” Dia berkata, “Kamu benar.” … (HR Muslim)

Takdir itu ada kalanya kita ketahui. Ada pula yang tidak kita ketahui. Takdir juga bisa kita pilih dan bisa kita hindari.

Sesuatu yang menjadi ketentuan Allah kepada kita ada yang bisa kita jangkau dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki, tetapi seringkali kita tidak dapat menjangkaunya karena kurangnya wawasan dan ilmu pengetahuan kita.

Itu sebabnya kita sering mendengar orang lain berkata, kenapa sih ente mau aja di ajak ke sana, kenapa begini, kenapa begitu (yang menyebabkan dia celaka dsb) atau ucapan-ucapan yang senada lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan yang kita miliki sehingga menyebabkan kita memilih takdir yang tidak baik.

Semoga kita semua dapat memilih takdir baik dan bisa menghindar dari takdir-takdir yang buruk. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *