Tabligh Akbar MUI Cakung

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Cakung (MUI Cakung) menyelenggarakan Tabligh Akbar (Ahad, 27 Januari 2019) di Masjid Asaasul Falah, Kelurahan Pulo Gebang Jakarta Timur.

Tabligh Akbar ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan program bakti sosial MUI Cakung bekerjasama dengan Pengurus RW 06 Kelurahan Pulo Gebang.

Menurut Ketua MUI Cakung, KH. Munib Maksum, SPd.I, MAP, kegiatan Tabligh Akbar ini merupakan rangkaian dari bakti sosial MUI Cakung dimana sebelumnya sudah dilaksanakan terlebih dahulu kegiatan khitanan massal untuk membantu sekitar 54 orang anak yang ingin di khitan tapi orang tuanya kurang mampu pada tanggal 13 Januari 2019 di Pondok Qur’an Asshiddiq Kelurahan Pulo Gebang Jakarta Timur.

Kegiatan bakti sosial MUI Cakung yang dikemas dalam bentuk khitanan massal dan tabligh akbar ini, lanjut Kiai Munib, insyaAllah ini tidak berhenti sampai di sini mengingat respon masyarakat yang yang anaknya ingin ikut di khitan cukup banyak.  Kami akan berupaya terus agar kegiatan bakti sosial MUI Cakung terus berkelanjutan dan tempatnya berpindah-pindah.

Kalau bulan ini kegiatan tabligh akbar ada di Kelurahan Pulo Gebang, insyaAllah di bulan Maret 2019 di Kelurahan lain hingga Tujuh Kelurahan yang ada di Kecamatan Cakung ini akan dapat merasakan peran Majelis Ulama Indonesia sebagai khadimul ummah”, begitu ujar Ketua MUI Cakung dalam sambutannya.

Sementara ketua panitia, Ust. H. Abdul Kohar, SS, melaporkan bahwa Tabligh Akbar MUI Cakung kali ini diselenggarakan bekerjasama dengan Pengurus RW 06 Kelurahan Pulo Gebang Kota Administrasi Jakarta Timur dengan mengambil tema Mari Bangun Ukhuwah Islamiyah Dalam Perbedaan.

Tema ini diambil, lanjut Ust. Kohar, karena saat ini bangsa kita sedang menghadapi hajat besar Pileg dan Pilpres, April 2019. Perbedaan pilihan angka nol satu dan nol dua menjadi sekat dan lunturnya ukhuwah Islamiyah. MUI Cakung bersama Pengurus RW 06 ini ingin mengambil peran ikut menjaga agar bangsa dan umat tidak terjebak oleh panatisme pilihannya sehingga tidak lagi ada dalam satu rumah karena beda pilihan tidak saling tegur sapa.

kohar
Ust H. Abdul Kohar, SS

Karenanya Tabligh Akbar MUI Cakung kali ini mengundang sederet muballigh muda untuk memberikan pencerahan kepada warga Cakung terkait maraknya perbedaan karena Pilpres, seperti Ust. Adi Hidayat, Ust. Faiz (Dai TPI | MNC TV), Ust. Ahmad Khan, Ust. Mulyadi Effendi, MA dan Drs. KH. Wahyudin Anwar yang dikenal dengan sebutan Kiai Macan untuk Hanya saja, lanjutnya, Ust. Adi Hidayat tidak bisa hadir karena sesuatu hal. Karena itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, khusunya kepada para donatur dan pecinta Ust. Adi Hidayat”, begitu ujarnya mengakhiri sambutan atas nama panitia.

Dalam ceramahnya, Ustadz Faiz menyampaikan bahwa perbedaan terjadi karena ada kecemburuan yang diakibatkan oleh tidak adanya pemerataan dan ketidakadilan. Ia mengatakan, dulu di masa Rasul SAW juga terjadi perbedaan saat pembagian harta rampasan hasil perang atau dalam hal lain. Dalam perbedaan itu Rasul menghadapinya dengan senyum dan mengembalikan persoalan itu kembali kepada Al-Quran, sehingga perbedan yang terjadi dapat teratasi dengan mudah.

faiz
Aksi Ust Faiz saat memeragakan umat harus kembali kepada Al-Quran

Sementara dalam kontek kekinian, khususnya Bangsa Indonesia jelang dan pasca Pemilu 2019, perbedaan terjadi karena beda pilihan angka nol satu atau nol dua. Karenanya menurut Ust Faiz, ada tiga hal yang mesti dilakukan agar bangsa ini tidak lagi terjebak oleh perbedaan yang menyebabkan perpecahan.

Pertama, masyarakat harus kembali kepada tali Allah (al-Quran) dan tali Rasul (al-Hadits)

Kedua, jangan mengutamakan emosi dan akal dalam menghadapi perbedaan. Tidak akan selesai masalah karena perbedaan pilihan adalah soal hati. Maka kembalikan kepada Sunnah yang pernah dicontohkan sang Rasul.

Ketiga, masyarakat harus memperbanyak membaca tanaman Surga, yaitu memperbanyak bacaan :

سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر

Orang yang banyak menanam Tanaman Surga tersebut, insyaAllah hidupnya tidak lagi banyak mengalami kegelisahan“, begitu pungkasnya ketika meyakinkan jamaah yang sangat antusias mendengarkan ceramahnya.

Sementara tiga penceramah lainnya, Ust. Ahmad Khan, Ust. Mulyadi Effendi, MA dan Drs. KH. Wahyudin Anwar menganjurkan agar para jamaah dalam menghadapi perbedaan dan berita hoax dengan berpikir cerdas dan berikap arif dalam menghadapinya.

Jamaah
Ustadz Mulyadi Effendi

Acara Tabligh Akbar yang dihadiri oleh sekitar 700 jamaah yang terdiri dari Ketua Umum dan Pengurus MUI Cakung, Utusan Pegurus MUI Kota dan MUI Kecamatan se Jakarta Timur, Pengurus RW 06 Kel. Pulo Gebang, Pengrus DKM Masjid Asaasul Falah, Himpunan Remaja Masjid Asaasul Falah, Karang Taruna, Kanit Binmas Polsek Metro Cakung, Babinsa Kel. Pulo Gebang dan warga masyarakat Cakung berjalan sukses dan lancar. ***Has

ahmad khan
Ustadz Ahmad Khan
macan1
Kiai Macan

Undangan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *