Peran Nabi Musa Dalam Peristiwa Isra Mi’raj

MUI KOTA JAKRTA TIMUR – Rasulullah SAW usai mendapat perintah melaksanakan Shalat 50 waktu dari Allah SWT bertemu  dengan Nabi Musa AS di Langit Keenam. Kemudian Nabi Musa memerintahkan agar Rasulullah kembali menghadap Allah untuk meminta keringanan. Demikian disampaikan oleh KH. Syarifuddin A. Ghoni saat memberikan tausiah pada acara Isra Mi’raj dan Penutupan Pengajian Selasa Pagi MUI Kota Jakarta Timur tadi pagi (10/04/2018) di Masjid Jami Shodri Asshiddiq, Cakung Jakarta Timur.

IMAG0004
Jamaah yang teridiri dari para Ulama dan Umara se jakarta Timur sedang khusuk mendengarkan ceramah Dr. KH. Syarifuddin A. Ghoni, MA

Lebih lanjut Ketua MUI DKI Jakarta menjelaskan bahwa Nabi Musa AS meyakini bahwa umat nabi Muhammad SAW tidak akan sanggup mengerjakan Shalat 50 waktu sehari semalam sehingga Nabi Musa menyarankan untuk kembali ke Sidratil Mutaha meminta keringanan Allah SWT.  Rasul SAW kemudian kembali memohon keringanan berulang kali hingga akhirnya menjadi 5 waktu.

Satu hal menarik yang terjadi dalam perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi SAW adalah upaya Nabi Musa yang berada di Langit Keenam begitu perhatian terhadap umat Rasulullah sehingga ia meminta Rasul untuk kembali kepada Allah meminta keringanan Shalat. Sementara di Langit Ketujuh ada Nabi Ibrahim AS tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh Nabi Musa AS.

IMAG0010
Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf dan KH. A. Shodri HM

Ternyata, menurut KH. Sayarifuddin, bahwa Nabi Ibrahim yang merasa lebih senior menginginkan Nabi Musa AS melakukan perannya sebagai orang muda yang mesti lebih kritis dibanding kaum tua. Jika dikaitkan dengan kondisi kekinian, maka peran Nabi Musa ada pada diri Ulama, Cendekiawan dan kalangan intelektual muda. Sementara peran Nabi Ibrahim ada pada kaum sepuh yang ditokohkan untuk menyerahkan segala urusan kepada yang muda-muda, yang punya berbagai kemampuan membangun umat dan sebagainya. Kaum tua cukuplah berada di belakang menjadi king maker atau memberikan pendampingan kepada yang muda-muda.***Has

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *