Pengajian Rutin MUI Jakarta Timur Selasa 21 Maret 2017

Pengajian Rutin MUI Kota Administrasi Jakarta Timur, Selasa, 21 Maret 2017 di isi oleh KH. Fakhruddin, MA dan KH. Zarkasyi Saiman, dengan Kajian Kitab Mishbahuz-Zholam (karangan KH. Muhajirin Amsar) dan Kitab Al-Mizanul Kubro (karangan Abdul Wahab Asy-Sya’roni).

Pengajian ini dirutinkan setiap Selasa Pagi Ba’da Shubuh di Masjid Jami Shodri Asshiddiq, Samping Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Berikut petikan pelajaran yang bisa saya catat :

  1. Abu Salamah adalah bekas budak yang dibebaskan oleh Abu Lahab karena ia orang pertama yang memberitahukan Abu Lahab tentang kelahiran Nabi Muhammad. Ketika ia wafat matanya terbelalak sehingga keluarganya menafsirkan yang buruk-buruk tentang dirinya.
  2. Begitu girangnya Abu Lahab mendengar berita kelahiran keponakannya itu hingga menurut riwayat bahwa setiap hari Senin Abu Lahab diringankan siksaannya.
  3. Saat seseorang dalam sakaratul maut, malaikat mengaminkan doa-doa orang yang ada disekitarnya. Karenanya sangat dianjurkan doa-doa yang dipanjatkan adalah doa yang baik-baik.
  4. Mata orang yang hendak di cabut ruhnya selalu mengikuti malaikat kemana malaikat pergi sehingga bisa jadi matanya terbelalak. Dan ini bukan berarti bahwa orang yang mati dengan mata terbelalak dalam keadaan mati syu’ul khatimah.
  5. Maka sunnah untuk mmengusap mata mayit yang masih terbuka. Sebab akan menimbulkan syu’uzzhon terhadap mayit. Secara khusus tidak ada doa untuk mengusap mata mayit. Karena Nabi pernah membaca doa tersebut ketika mengusap mata Abu Salamah, maka dijadikanlah doa itu sebagai doa khusus.
  6. اللهم اغفر لابى فولن وارفع درجته فى المهديين وافسح له فى قبره ونور له فيه واحلفه فى عقيبه.
  7. Syariat agama ketika mayit belum dimandikan agar ditutup dengan kain untuk menghilangkan prasangka tak baik kepada mayit, sesuai hadits no. 7 bab janazah kitab Mishbahuz-Zholam jilid 2.
  8. Orang yang berhak melihat wajah atau keadaan mayit adalah keluarga, orang yang bertugas memandikan dan yang ada disampingnya.
  9. Pakaian yang dipakai seseorang ketika wafat sebaiknya jangan dibuka, kecuali saat memandikannya. Bahkan saat memandikannya pun jika perlu tak usah dibuka.
  10. Abu Bakar ketika datang berta’ziyah kepada Nabi SAW melepas onta tunggangannya jauh-jauh, kemudian berjalan tanpa berbicara kepada siapapun yang ditemui dan llangsung mengecup kening Rasul. –> ini jadi syariat kalau berta’ziyah kepada orang-orang alim atau sholeh.
  11. Menutup keburukan si mayit adalah wajib atas dasar apa yang dikatakan oleh Abu Bakar (lihat rekaman video) ..
  12. Alasan mengapa membicarakan keburukan mayit tak boleh adalah pertama karena ada larangan, kemudian karena orang yang telah wafat sudah tak bisa lagi menambah amal kebaikan. Karenanya saat berta’ziyah doa-doa yang baik sangat diharapkan oleh mayit untuk meringankan dosa dan menambah pahala. Andai ada doa-doa atau pembicaraan yang buruk-buruk dan malaikat mengaminkan, sungguh sangat kasihan si mayit, ia mendapat dosa dan sebagainya.
  13. Saran —> jangan mengambil gambar/foto orang yang wafat, sebab akan muncul multi tafsir yang buruk-buruk.***Has

Berikut rekaman videonya :

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *