Pengajian Selasa Pagi MUI Jakarta Timur 4 April 2017

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Pengajian Bulanan Selasa Pagi minggu pertama, Kajian Kitab Al-MuaththIMG_20170404_061130o buah karya Malik Bin Anas di asuh oleh KH. Syarifudin Abdul Ghoni, Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta.

Pengajian ini berlangsung tanggal 4 April 2017 Ba’da Shubuh di Masjid Jami Shodri Asshiddiq, samping Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Timur, membahas Panggilan Shalat (Adzan).

Adzan mulai disyariatkan sekitar tahun kedua Hijriah. Melalui sebuah musyawarah, Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk membicarakan apa yang harus dilakukan untuk memberitahu masuknya waktu shalat dan mengajak umat Islam shalat berjamaah.

Dalam musyawarah itu, para sahabat memberikan beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya ditiup trompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. Ada pula yang berpikiran pake kentongan dan lain sebagainya.  Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi sehingga musyawarah belum membuahkan hasil.

Kemudian Abdullah bin Zaid dalam tidurnya bermimpi bahwa ia melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Ia dekati orang itu dan bertanya kepadanya, “Apakah engkau bermaksud hendak menjual lonceng itu? Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.” Lantas orang tersebut malah bertanya, “Untuk apa?” Aku menjawabnya, “Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslimin untuk menunaikan shalat.” Orang itu berkata lagi, “Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?” Dan aku menjawab “Ya!” Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang :

  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali)
  • Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali)
  • Hayya ‘alashsholah (2 kali)
  • Hayya ‘alalfalah (2 kali)
  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • La ilaha illallah

Ketika Abdullah Bin Zaid terbangun, ia menemui Nabi Muhammad SAW, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya. Dengan perasaan gembira Nabi Muhammad SAW, berkata, “Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu Abdullah Bin Zaid pun melakukan hal itu bersama Bilal. Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.

Berikut rekaman videonya:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *