MUI Kecamatan Kramat Jati

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Pengurus MUI Kecamatan Kramat Jati yang baru, masa khidmat 2016-2021 img_20160919_112054dikukuhkan, (Kamis, 19  September 2016) di Aula Kantor Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur. Sebagai ketua umum terpilih adalah KH. Dimyati Umar. Ini merupakan kali kedua ia memimpin MUI Kecamatan Kramat Jati.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum MUI Kota Administrasi Jakarta Timur, Drs. KH. A. Shodri HM. Acara berjalan dengan apik dan lancar, dihadiri oleh Dewan Pengurus Harian MUI Kota Administrasi Jakarta Timur, Bapak Camat Kramat Jati, Dan-Ramil Kramat Jati, Kapolsek Kramat Jati, Kepala KUA Krimg_20160919_101845amat Jati, Ketua DMI Kramat Jati, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Lurah se-Kecamatan Kramat Jati.

Dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, mewakili Bapak Bambang  Musyawardana, Bapak Camat Kramat Jati, Eka Dharmawan, SE, MSi mengatakan bahwa melalui kepengurusan MUI Kecamatan Kramat Jati yang baru dikukuhkan ini, jalinan silaturrahim antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, MUI Kota dan MUI Kecamatan di wilayah Jakarta Timur semakin erat dan bersinergi, khususnya dalam bidang pembangunan mental spiritual.

Keberadaan ulama, dewasa ini semakin diharapkan dapat memaksimalkan peran dan fungsinya di tengah-tengah arus perubahan gaya hidup yang cepat dalam perkembangan pola kehidupan saat ini. Peran ulama hendaknya berperan penting, tidak hanya di garis terdepan dalam mengokohkan sendi-sendi moral dan akhlaqulkarimah, etika dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari itu, ulama diharapkan mampu mencerahkan dan mencerdaskan umat dengan ajaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamain.

Dalam mendukung terlaksananya setiap peran dan fungsi MUI sebagai khadimul ummah, lanjut pak Camat, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memandang penting sinergi antara ulama dan umaro, khususnya pada saat ini di mana system nilai-nilai kehidupan yang lebih bebas, kita bisa mengadopsi dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan baru. Nimg_20160919_10194001amun sepertinya berkah kebebasan ini belum dapat diimbangi dengan nilai-nilai kedewasaan berpikir dan bersikap, sehingga justru nilai-nilai yang hakiki, seperti nilai agama, moral dan budi pekerti mulai luntur. Sementara nilai-nilai baru hanya di anut gambaran luarnya saja, bukan esensinya. Tidak heran jika akhirnya muncul gejala-gejala seperti kebarat-baratan, kebebasan berpendapat tanpa iringan toleransi, menipisnya penghormatan terhadap perbedaan, anarkisme yang mengalahkan musyawarah mufakat dan sebagainya.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memberika apresiasi dan dukungan yang setinggi-tingginya kepada pengurus MUI Kota Jakarta Timur dan MUI Kecamatan Kramat Jati. “Kiranya acara pengukuhan ini menjadi momentum sinergi antara umaro-ulama dalam mengawali revitalisasi peran ulama bersama pemerintah yang bersinergi membangun kerukunan umat dan toleransi beragama serta membangun mental spiritual sekaligus menangkal radikalisme, yaitu bahaya ancaman kesatuan bangsa yang menjadi isu saat ini, khususnya di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur”, begitu ujarnya ketika mau mengakhiri sambutannya.

Sementara KH. A. Shodri HM selaku Ketua Umum MUI Kota Administrasi Jakarta Timur mengingatkan dan mengajak pengurus MUI Kecamatan Kramat Jati yang baru bahwa  pengurus MUI harus satu komando, tapi dalam hal politik, silahkan masing-masing. “Ulama harus bersinergi dengan umaro. Dua kekuatan ini, ulama dan umaro bias menyelamatkan bangsa dan berbagai hal dari keterpurukan, ekonomi, akhlak, pendidikan dan lain-lain”, begitu pungkasnya yang disampaikan saat memberi kata sambutan. ***Has.

Berikut rekaman videonya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *