MUI DKI Jakarta Kembali Menggelar Rakerda

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Rakerda2Jakarta kembali menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) II di Hotel Santika Jakarta tanggal 11-12 Pebruari 2017.

Rakerda II yang melibatkan unsur pengurus MUI tingkat Kota dan Kecamatan sengaja diperluas agar lebih mendapatkan aspirasi dari bawah. Hal ini diungkapkan oleh panitia pelaksana, KH. Zulfa Musthofa dalam sambutannya pada acara pembukaan.

Dengan mengusung tema “Optimalisasi MUI Sebagai Organisasi yang Modern dan Akuntabel dengan Program Berbasis Penelitian Terintegratif”, peserta Rakerda II MUI Provinsi DKI Jakarta dibekali dua materi khusus. Materi pertama, Pengembangan Kapasitas Organisasi MUI DKI Jakarta yang disampaikan oleh DR. KH.  A. Asyafi’i Mufid, MA dan materi kedua, Teknik Dan Tata Cara Pembuatan atau Pengajuan Proposal yang disampaikan oleh DR. H. Robi Nurhadi, M.Si.

Menurut KH. Syafi’i Mufid, citra organisasi ada pada LPJ-nya. Sebab di dalam LPJ itu terkait anggaran yang penyebutan atau penulisan angkanya sangat sensitif. Karenanya, di setiap kegiatan-kegiatan MUI, pilihan lokasi kegiatan menjadi penting untuk menekan anggaran.

Kemudian, terkait dengan anggaran dan pembiayaan yang selama ini MUI DKI Jakarta masih dibiayai oleh APBD, Sayfi’i Mufid menganjurkan agar LPJ kegiatan bukan hanya disampaikan kepada pemerintah saja, tapi juga LPJ-nya dilaporkan kepada umat. Bisa saja nantinya akan ada Muhsinin-Muhsinin yang ikut membantu membiayai segala kegiatan MUI DKI Provinsi Jakarta. “Bila umat sudah berperan, maka anggaran yang diperoleh MUI DKI bisa lebih besar dibanding bantuan APBD“, begitu ungkapnya ditengah-tengah peserta Rakerda. ***Has

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *