Mensiasati Zakat

Pengajian Selasa Pagi

Kajian Kitab Mishbahuzzholam – karya KH. Muhajirin Amsar

Bersama KH. A. Fachruddin, MA

Masjid Jami Shodri Asshiddiq – Penggilingan

Ada beberapa petikan pelajaran yang bisa dicatat pada pengajian kali ini, diantaranya :

  1. Ada sebagian orang yang takut mengeluarkan zakat (خشية الصدقة) dengan memecah hartanya ke orang lain agar nishabnya tak tercapai. Misal si A memiliki 40 ekor kambing yang hampir nishab, kemudian ia memecah/membagi ke orang lain sehingga jumlahnya tak cukup nishab, agar tidak mengaluarkan zakat. Ada pula yang menggabungkan kepemilikannya dengan orang lain agar ringan zakatnya. Umapama si A memiliki 40 ekor kambing, si B dan si C juga sama memiliki 40 ekor. Nishab zakat kambing 40-120 zakatnya adalah 1 ekor. Agar zakatnya menjadi ringan, maka karena pelit, ketiga orang tersebut menggabungkan kambing mereka menjadi satu hingga semuanya berjumlah 120 ekor. Zakat 120 ekor kambing adalah 1 ekor (mereka patungan bertiga, hingga terasa lebih ringan). Menurut Imam Syafiih, yang demikian tidak boleh.
  2. Pemilik harta (رب المال) yang memiliki harta terpisah atau terpencar pemeliharaannya, maka ia tetap wajib zakat.
  3. Andai ada Pemilik Harta yang memiliki 100 ekor kambing, kemudian Pengumpul Zakat (الساعى) memecah menjadi 50 : 50 agar zakatnya menjadi 2 ekor kambing, padahal zakat untuk kepemilikan 100 ekor kambing cukup 1 ekor, ini juga tidak boleh menurut Imam Syafii.
  4. Bila seseorang bersyirkah, ia memiliki harta belum nishab, sementara yang lain sudah, menurut imam Hanafi ia belum wajib mengeluarkan zakat.
  5. Bila dua orang bersyirkah memiliki 40 ekor kambing, masing-masing memiliki 20 ekor dan mereka masing-masing mengenal kambingnya, maka ketika dikeluarkan zakatnya 1 ekor kambing yang diambil dari salah satunya, maka yang kambingnya tidak diambi sebagai zakat, ia menanggung separuhnya. Atau bisa juga zakatnya dikeluarkan secara bergantian, tahun ini Si A, tahun kemudian Si B.
  6. Andai harta 50 ekor kambing yang dimiliki semuanya kurang sehat atau kurang bagus, maka untuk zakatnya, menurut imam Syafii, ia harus membeli 1 ekor kambing yang sehat sebagai zakatnya.

Berikut rekaman videonya :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *