Menjemput Lailatul Qadar

[Lailatul Qadar ada di Malam ke 25, Sabtu Malam Minggu = 9 Juni 2018]

Oleh Abdul Muiz Ali

Dalam riwayat Imam Ibnu Jarir disebutkan, suatu hari Rasulullah Shalla Allahu alaihi Wa sallama menceritakan tentang kehebatan dan ketekunan orang ahli ibadah di zaman Bani Israil. Ada seorang laki-laki yang rajin ibadah di malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Sahabat terkagum-kagum bahkan sebagian yang lain iri mendengarkan cerita itu, kemudian Allah menurunkan QS Al-Qadar ayat 1-5 yang berbunyi;

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian

Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu?

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan

Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Menurut perhitungan manusia, hitungan seribu bulan kurang lebih sama dengan sekitar 83 tahun 4 bulan.

Dalam ayat diatas, Allah semacam memberi penegasan kepada kita, boleh jadi secara kuantitas ummat Muhammad tidak sepanjang umur orang yang hidup di zaman Bani Israil, akan tetapi secara kualitas ibadah kita bisa menyamakan dan bahkan bisa melebihi orang yang hidup berumur ratusan tahun.

Secara pendekatan bahasa, kata Qadar setidaknya mempunyai tiga arti: Pertama, arti Qadar adalah penetapan dan pengaturan. Allah menetapkan dan mengatur perjalanan hidup manusia.

Kedua, Qadar berati kemuliaan. Allah memilih Lailatul Qadar sebabagai malam yang mulia. Ia terpilih turunya al-Quran. Ketiga, Qadar bisa juga berarti sempit. Pada malam Lailatul Qadar para malaikat Allah turun ke bumi. Jika tiga pengertian tersebut digabung, maka dapat kita pahami, bahwa Lailatul Qadar, adalah malam yang mulia, yang bila diraih akan menetapkan masa depan kita menjadi mulia.

DIMANAKAH LAILATUL QADAR?

Hakikat keberdaan Lailatul Qadar ada dan nyata. Tanda-tandanya bisa diraskan. Namun demikian, meski Lailatul Qadar benar adanya, tidak semua manusia bisa merasakannya, meskipun dia berada pada Lailatul Qadar.

Menurut Imam At-Thobari, “Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu”.

Dari beberapa riwayat hadis keberadaan Lailatul Qadar bisa ditemukan dan bisa dicapai dengan:

  1. I’tikaf di masjid, yaitu mengisi malam hari dengan serangkaian ibadah, khususnya ketika masuk malam 10 akhir dari Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

HR. Bukhari

  1. Merasakan nikmat ibadah. Jika kita merasakan nikmat dan ketenangan hati saat bermunajat kepada Allah, maka malam itu berpotensi turunya Lailatul Qadar.
  1. Dalam riwayat lain disebutkan Lailatul Qadar ada malam tanggal 27 Ramadhan.
  1. Cuaca malam terasa beda

“Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu,” (HR. Ahmad).

  1. Diketahui oleh awal puasanya. Selain melalui beberapa riwayat hadis, mengejar keberadaan Lailatul Qadar bisa dengan cara mengikuti pengalaman spritual orang-orang pilihan Allah.

Imam Al-Ghozali dan ulama yang lain berpendapat bahwa keberadaan Lailatul Qadar bisa diketahui dengan awal puasa Ramadhan.

Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke 29.

Jika awal Ramadhan  pada hari Senin, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke 21.

Jika awal Ramadhan ada pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar ada pada malam ke 27.

Jika awal Ramadhan dimulai pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke 25 dan jika awal Ramadhan pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar ada pada malam ke 23.

—– Penulis adalah Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat dan MUI Kota Jakarta Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *