KH. Farhanuddin Zaini Telah Di Panggil Oleh Allah

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Sosok beliau tak asing bagi orang kampung sumur Klender. Putra KH. Ahmad Zaini yang merupakan Pendiri Masjid Al-Husniyah dan Madrasah Azzainiyyah. Penggiat da’wah yang istiqomah, aktivis yang tergabung dalam anggota Komisi Pemberdayaan Umat MUI Kota Jakarta Timur, kesehariannya tak lepas dari masjid, pendidik yang tangguh yang berhasil mencetak putra-putri yang soleh, sekaligus bersama adiknya almarhum KH. Nurdin Zaini bahu membahu mencetak murid-murid madrasah Azzainiyyah.

Orang kampung sumur pasti mengenal beliau, rumah dan yayasan yang terletak di wilayah paling tengah menjadikannya sebagai patokan bagi siapapun yang mau nyaba ke kampung sumur.

KH. Ahmad Shodri HM, ketua MUI Jakarta Timur yang tak lain adalah besan beliau sendiri menyebutnya sebagai Paku Da’wah wilayah Kampung Sumur Klender, hal tersebut diamini oleh KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i yang secara singkat menyebut beliau sebagai sosok pecinta ilmu dan ulama.

Malam tadi (14/04/16), sekitar pukul 01.30 dini hari beliau berpulang ke rahmatullah, kepergiannya yang mendadak dan baru saja kembali dari tanah suci, menjadikan isyaratKH. Farhanudin Zaini 02 husnil khatimah, setidaknya do’a yang secara khusyu’ dipanjatkan oleh Alhabib Ali bin Abdirrahman Assegaf, mengarah pada permohonan paling sublim bagi semua jamaah yang tadi hadir menshalatkan jenazah beliau. Shalat jenazah yang diimami Alhabib Hud Bin Bagir Al-Athas juga berlangsung khidmat.

Pengurus MUI Kota Jakarta Timur berduka, dan saya secara pribadi menghaturkan belasungkawa kepada keluarga besar beliau yang sangat saya kenali, semoga Ustadz Hamdi Masyhuri Farhan dan Umi Makiyah Hamdi bersabar atas peristiwa ini dan menjadikannya titik balik kelanjutan da’wah ayahanda tercinta. Salam belasungkawa juga untuk salah seorang putra almarhum Ust Sayyid Huda ELfarhan yang suara adzannya saat mengiringi jenazah di liang lahat tadi begitu menusuk hati. Teruslah menyempurnakan kesabaran untuk salah seorang putri almarhum ustadzah Hayatillah Wahab juga untuk Ustadz Abdul Wahab.

Allahummaghfirlahu
Warhamhu
Wa’âfihi
Wa’fu ‘anhu

Alfâtihah…

Enha

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *