KESHALEHAN RITUAL DAN SOSIAL

Pemenuhan hak-hak Allah oleh manusia dengan beribadah dan doa dikenal dengan keshalehan ‘ritual-personal’. Sementara pemenuhan hak sesama baik dengan sikap, ucapan atau perbuatan disebut sebagai keshalehan ‘aktual-sosial’.

Islam tidak memisahkan secara mutlak kedua keshalehan itu. Karena memenuhi hak-hak sesama manusia adalah perintah Allah juga. Justru keshalehan ritual baru dinilai sejati apabila di topang secara konsisten dengan keshalehan sosial.

Keshalehan ritual tanpa keshalehan sosial adalah PETAKA. Firman Allah QS. Al-Maun ayat 4-7 :

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (Keshalehan ritual).

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Orang-orang yang berbuat ria

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Dan enggan menolong dengan barang yang berguna

Penyangkalan terhadap hak-hak Allah atau hak sesama manusia itulah yang disebut dengan DOSA. Dosa karena menyangkal hak-hak Allah secara vertikal bisa diseesaikan secara langsung dengan perTOBATan kepadaNya. Sementara dosa karena menyangkal atau merampas hak-hak manusia adalah dosa yang Allah sendiri tidak akan mengampuninya sebelum manusia lain (individu atau kolektif) yang dilanggar atau dirampas hak-haknya memaafka dan mengampuninya.

Semoga kita semua terhindar dari segala PETAKA …

Has

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *