Jangan Mudah Menerima Hadiah

Oleh Hasbullah Ilan

Dalam perjalanan hijrah, Nabi SAW diikuti oleh seorang pembunuh bayaran suruhan Kafir Quraisy bernama Suroqoh bin Malik. Ia mengendarai kuda pilihan agar mampu mengejar Rombongan Nabi. Dengan mendapatkan iming-iming hadiah seratus Onta plus wanita-wanita cantik bila mampu membunuh Nabi, atau minimal bisa menggagalkan perjalanan Rasul ke Madinah, ia bernafsu ingin membunuh Nabi.

Namun ketika hendak mendekati Nabi, kuda Suroqoh mendadak terpeleset jatuh. Riwayat lain menyebutkan, kuda Suroqoh terperosok masuk ke dalam tanah, dan itu terjadi berulang hingga tiga kali. Nabi yang mengetahui hal itu lalu mendekati Suroqoh dan menolongnya setiap kali ia terperosok ke dalam tanah.

Suroqoh yang penasaran dengan perilaku Nabi yang menunjukkan akhlak yang tinggi, lantas menanyakan sesuatu perihal siapa Tuhan Muhammad. Maka terjadilah dialog pendek, hingga turun ayat Al-Quran surat Al-Ikhlas ayat pertama,

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah Dialah Allah Yang Maha Esa.

Mendengar ayat tersebut Suroqoh tertegun, tidak bisa berkata apapun. Ia sadar bahwa yang ia hadapi adalah benar-benar seorang utusan Allah (Rasulullah).

Dengan penuh hormat, kemudian Suroqoh membatalkan keinginan membunuh Nabi, dan bahkan menawarkan barang-barang perbekalannya untuk keperluan perjalanan Nabi, namun Rasulullah SAW menolaknya.

Inilah pelajaran berharga bagi semua orang, terutama para pejabat bahwa seorang pemimpin semestinya tidak mudah menerima sesuatu hadiah, apa lagi mencari-cari gratifikasi dari orang lain karena kepemimpinannya.

Semoga ada manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *