Gerhana Bulan Total

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Atas dasar perhitungan astronomi bahwa pada hari Rabu, 15 Jumad Ula 1439 || 31 Januari 2018, untuk seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati fenomena Gerhana Bulan Total (GBT), demikian diungkap oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018) di Jakarta.

Proses gerhana bulan total (GBT) terjadi melalui beberapa fase sebagai berikut:

(1). Awal Gerhana Penumbra: 17:51:15 WIB;
(2). Awal Gerhana Bulan Sebagian: 18:48:27 WIB;
(3). Awal Gerhana Bulan Total (GBT): 19:51:47 WIB;
(4). Pertengahan (Puncak) GBT: 20:29:49 WIB;
(5). Akhir Gerhana Bulan Total (GBT): 21:07:51 WIB;
(6). Akhir Gerhana Bulan Sebagian: 22:11:11 WIB, dan
(7). Akhir Gerhana Bulan Penumbra: 23:08:27 WIB.

Terkait dengan terjadinya Gerhana Bulan Total, MUI Provinsi DKI Jakarta meyampaikan himbauan kepada seluruh umat Islam di DKI Jakarta agar melaksanakan shalat Sunnah Gerhana Bulan (shalat Khusuf) dan disunnahkan mandi sebelum shalat.

Para wanita yang tidak sedang berhalangan, dianjurkan untuk ikut shalat gerhana, karena Aisyah dan Asma’ ikut Shalat gerhana pada waktu Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana.

Shalat Gerhana Bulan sunnah dilaksanakan secara berjama’ah di masjid atau mushalla, tanpa Adzan dan Iqomah sebelumnya, tetapi shalat berjama’ah diseru dengan, “as-Shalatu jaami‘ah rahimakumullah”.

Berikut ini adalah kaifiyat Shalat Gerhana sesuai dengan tuntunan syariat, sebagai berikut:

1. Berniat saat takbiratul-ihram.
Misalnya, aku niat melakukan Shalat Gerhana Bulan, menjadi imam atau ma’mum karena Allah Taala.

أُصَلِّيْ سُـنَّةً لِخُسُوْفِ اْلقَمَرِ مَأْمُوْمًا/إماَماً ِللهِ تَعَالَى

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir untuk pertama kali guna mengawali shalat dan dilanjutkan membaca do’a iftitah, membaca surat al-Fatihah, dan surat al-Qur’an yang agak panjang (dianjurkan membaca QS Al-Baqoroh).

3. Kemudian ruku’, bangkit dari ruku’ (i’tidal), setelah i’tidal kembali membaca surat al-Fatihah dan surat al-Qur’an (Surat AlQuran yang lebih pendek dari sebelumnya), lalu ruku’ untuk yang kedua, kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal). Kemudian mengerjakan dua sujud sebagaimana shalat lainnya.

4. Selanjutnya bangkit dari sujud untuk mengerjakan raka’at kedua. Raka’at ke dua dikerjakan seperti halnya raka’at pertama, namun durasi bacaan suratnya lebih pendek dari raka’at pertama.

5. Selesai mengerjakan raka’at kedua dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir dan Salam.

Hendaknya sholat Gerhana Bulan diikuti dengan baik dan setelah sholat Gerhana, jama’ah tetap duduk tenang untuk mendengarkan khutbah Gerhana sampai selesai dan setelahnya banyak-banyak berdzikir.

Data diolah dari beberapa sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *