Cara Mengambil Zakat

MUI KOTA JAKARTA TIMUR – Pengajian MUI Kota Jakarta Timur yang biasa dilaksanakan di Masjid Jami Shodri Asshiddiq, kali ini (13/02/18) diadakan di Pondok IMAG0412Pesantren Miftahul Ulum pimpinan KH. Abdul Muiz Ali.

KH. Abdul Muiz Ali mengatakan bahwa Ngaji Selasa Pagi pindah ke Pondok Pesantrennya dalam ranga mencari keberkahan (tabarrukan) buat Pondok Pesantren dan Santrinya. Karena berkahnya para Kiai dan Ustadz yang hadir dan ikut mengaji merupakan kebaikan bagi kami.

Berikut materi pengajian 2 (dua) buah hadits tentang tata cara pengambilan zakat yang disamppaikan oleh KH. Fachruddin, MA :

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ, عَنْ أَبِيهِ, عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( تُؤْخَذُ صَدَقَاتُ اَلْمُسْلِمِينَ عَلَى مِيَاهِهِمْ )  رَوَاهُ أَحْمَد ُ

Dari Amar Ibnu Syu`aib dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi waSallam bersabda: “Zakat kaum muslimin diambil di tempat-tempat sumber air mereka.” Riwayat Ahmad. Hadits menurut riwayat Abu Dawud: “Zakat mereka tidak diambil kecuali di kampung mereka.”

وَلِأَبِي دَاوُدَ: ( وَلَا تُؤْخَذُ صَدَقَاتُهُمْ إِلَّا فِي دُورِهِمْ ). وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَيْسَ عَلَى اَلْمُسْلِمِ فِي عَبْدِهِ وَلَا] فِي [ فَرَسِهِ صَدَقَةٌ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيّ ُ. وَلِمُسْلِمٍ: ( لَيْسَ فِي اَلْعَبْدِ صَدَقَةٌ إِلَّا صَدَقَةُ اَلْفِطْرِ )

Dari Abu HurairahRadliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi waSallam bersabda: “Tidak wajib zakat bagi orang islam atas hambanya dan kudanya.” Riwayat Bukhari. Menurut riwayat Muslim: “Tidak ada zakat bagi hamba kecuali zakat fitrah.”

Petikan pelajarannya adalah :

  • Mengambil zakat orang Islam tidak boleh di tempat penggembalaannya
  • Sangat bijaksana apabila dilakukan ketika harta yang mau diambil zakatnya sudah berada dikandangnya
  • Budak dan kuda menurut Imam Syafii tidak wajib dizakatkan
  • Bagi pedangan kuda, ia tidak mengeluarkan zakat kudanya, tapi zakat yang dikeluarkan termasuk zakat tijaroh
  • Sementara menurut imam Abu Hanifah, kuda wajib dizakatkan  sebesar 1 (satu) Dinar untuk setiap seekor kuda atau sekitar 2.25%
  • Hingga saat ini perbudakan itu masih ada, hanya mungkin terselubung
  • Islam menjadikan persyaratan membebaskan atau memerdekakan budak dengan pahala yang besar karena Islam menghendaki tidak adanya perbudakan.
  • Di Arab sering terjadi anggapan bahwa pekerja adalah budak (bisa jadi transaksi dengan agennya adalah jual beli) sehingga majikan seringkali memperlakukan TKW atau TKI dengan seenaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *