Belajar Dari Buah Kelapa

buahkelapa
Kelapa dan santannya

Anakku ..!

Kalian kenal buah kelapa, kah?

Ayah yakin kamu pasti kenal

Tahu kan kalau buah kelapa cukup menderita parjalanan hidupnya?

Coba engkau bayangkan, nak …!

Ketika dipetik, ia dijatuhakan ke bawah

Setelah itu dicabik-cabik serabutnya

Di seset pula kulitnya, dibelah dan dipotong-potong dagingnya

Tidak sampai disitu, nak …!

Masih ada proses perjalanannya

Ia di peras dan di bejek-bejek

Hingga ia mengeluarkan santannya

Kalau ia bisa curhat atau mengeluh, ia pasti menjerit dan tak mampu diperlakukan seperti itu. Ia akan protes kepada Allah, kenapa ia dijadikan demikian.

Tapi Allah memberi tau sang kelapa naas, bahwa hidupmu memang demikian. Ketahuilah bahwa setelah engkau melalui proses penderitaan panjang, santanmu sangat diperlukan oleh manusia. Berapa banyak manusia bahagia karena santanmu. Bukan hanya itu, mereka juga sangat bergantung kepada santanmu untuk mendapatkan kelezatan hidupnya.

***

Petikan pelajaran

Bahwa dalam kehidupan di dunia ini, setiap manusia dan siapa pun orangnya yang ingin mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan hidup pasti memerlukan sebuah proses. Ingin pintar, prosesnya adalah belajar yang sungguh. Ingin sehat, prosesnya harus memakan makanan dan minuman yang penuh gizi dan baik. Ingin kaya, prosesnya bekerja atau berusaha dan lain sebagainya.

Dalam berproses tentu ada tantangan atau rintangannya. Tantangan atau rintangan ini, oleh banyak orang disebut sebagai masalah. Dan setiap orang pasti punya masalah.

Ketika kalian menemukan masalah, maka janganlah kalian takut, apalagi lari dari masalah itu, sebab dibalik tantangan, rintangan dan masalah tersebut terdapat kebahagiaan dan kenikmatan hidup yang diimpikan oleh banyak orang.

Percayalah nak …!

Di balik rintangan selalu ada kebahagiaan. Di balik masalah ada kenikmatan. Kalau hidup adalah masalah, maka jangan takut dengan masalah apalagi lari darinya. Lari dari masalah adalah cengeng dan pengecut. Berani menghadapi masalah adalah hebat.

Ayo nak, jangan jadi pengecut apalagi pecundang. Tapi jadilah kalian manusia HEBAT, manusia yang pandai menghadapi masalah.

Semakin kalian banyak mengatasi masalah, maka sebanyak itu pula kalian akan merasakan kebahagiaan. Bahkan kebahagiaannya terus bertambah dan bertambah lagi bila kalian beryukur .

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لاَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`matKu) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.***Has

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *